Jumat, 11 Desember 2009

Benarkah Mouse bisa membuat sakit tangan dan leher ???



Bagi yang pernah merasakan menggunakan komputer dari awal perkembangan tentu akan sangat bersyukur dengan ditemukannya tetikus alias mouse. Dengan adanya tetikus memudahkan orang untuk melakukan aktivitas di komputer. Akan tetapi, hati-hati dengan kenyamanan itu. Ada bahaya di balik enaknya mengeklik tetikus.

Setidaknya itulah yang mencuat dari sebuah studi yang dilakukan oleh dua tim periset asal Denmark. Hasil studi itu menyatakan bahwa terlalu banyak mengeklik tetikus bisa menyebabkan rasa sakit pada tangan dan leher.

Studi pertama dilakukan oleh Dr. Chris Jensen dan rekannya dari The National Institute of Occupational Health, Copenhagen, menemukan bahwa mereka yang menggunakan komputer selama 3 - 4 jam dengan lebih dari 100 klik akan mengalami risiko paling tinggi atas sejumlah masalah di tangan atau pergelangan. Dilaporkan, mereka yang menggunakan tetikus hampir setengah hari juga akan mengalami risiko yang sama.

Survai itu melibatkan sekitar 3.500 pekerja di 11 perusahaan Denmark. "Masalah tidak hanya terletak di tetikus, tetapi lebih pada pengulangan klik pada tombol," ujar Dr. Chris Jensen.

Studi kedua yang dilakukan oleh The Odense University Hospital and Glostrup serta Herning Hospitals menemukan bahwa mereka yang menggunakan tetikus selama 30 jam dalam sepekan akan mengalami risiko sakit, termasuk pada leher, delapan kali lebih tinggi. Penelitian kedua ini melibatkan 7.000 asisten teknis dan teknisi mesin selama hampir setahun.

"Desainer selalu menggunakan tetikus di sepanjang waktu mereka. merekalah yang banyak mengeluhkan rasa sakit di tangan dan leher," ujar Lars Brandt dari Odense University Hospital.

Sayang, pada riset itu tidak ikut diteliti jenis tetikus dalam hubungannya dengan rasa sakit itu. Padahal, alasan penulisan ini lebih ditujukan untuk merangsang pengembangan tetikus yang sehat dan aman bagi penggunanya. Para ahli menilai, risiko sakit bisa muncul setiap saat dan tetikuslah yang merupakan salah satu pemicunya.


Sumber: Senior no. 194

Tidak ada komentar:

Posting Komentar