Sabtu, 16 Juli 2011

Tidak Ada Kesempatan

 

       Satu kata yang hanya bisa kita ucapkan ketika saat terakhir itu sepertinya ada di depan mata. Bukan kah ada selingan waktu yang terbersit ketika kita melalui satu rentang peristiwa yang membuat diri kita menjadi utuh ? Itulah moment yang semu dan bisa di buat seperti adanya dengan membicarakan. Untuk saat yang seperti nya sangat singkat, dan moment itulah yang membuat diri kita seperti hilang. Ketika itu , mungkin, dan mungkin saja, ada jeda antara detik , per seribu detik, moment yang seakan – akan seperti tayangan lambat suatu film. Membuat kita seakan – akan berniat untuk bergerak, berbicara atau bahkan bisa membuat orang melakukanny juga. Waktu seperti rentang yang ringan, menjadikan peristiwa seperti bungkusan semu yang melayang seperti asap rokok. Bukankah ruang dan waktu itu diciptakan untuk memenuhi isinya?

        Bukan hal yang tidak mungkin ketika kita berucap untuk bisa melakukan seperti : Tdak ada kesempatan. Waktu yang ada hanyalah sebongkah bentuk yang bisa kita ubah bentuk ke bentuk yang lain. Waktu seperti sebuah lilin mainan yang bisa kita bentuk untuk bisa menjadi bentuk yang lebih dari yang kita buat sebelumnya. Waktu, bukan saya yang membuat lilinnya, saya hanya membentuk lilinnya seperti apa. Ketika lilin itu tidak bisa berubah. Kita hanya diam, membeku dan mulai kehilangan kesadaran akan diri kita. Satu lilin bisa digantikan dengan lilin lainnya. Karena lilin yang lain adalah sama. Bukan satu lilin, bukan dua. Melainkan satu bongkah besar lilin yang bisa di ambil sedikit atau banyak bagiannya. Melakukan untuk bisa melewati tidak melewati supaya bisa melakukan.

        Kata yang sangat miris, tidak ada kesempatan. Sebuah lilin yang tidak mau berbentuk, itulah tidak ada kesempatan. Lilin mainan yang menolak untuk dibentuk, gagal untuk bisa berbentuk. Waktu, yang mempunyai dan kembalinya adalah milikNya. Manusia adalah mahluk yang sangat rentan dengan keadaan, ketika dia merasakan, dia mulai berpikir, ketika dia mulai memahami, dia mulai membangun. ketika dia mulai bisa dia mulai berkata. Saya hanya penulis. bukan pemikir, ketika saya berpikir, seakan – akan masuk ke dalam jurang yang tidak jatuh namun mulai terbang. ketika tinggi dia akan melepaskan dari kepala kita, ketika itu kita merasakan sakit. Karena terlalu tinggi, bukan karena terlalu berat. Pahamilah bukan merasakan. Ketika waktu itu mulai menandakan : Tidak Ada Kesempatan.

Kamis, 07 Juli 2011

Facebook Video Calling

       Setelah booming sosial network yang bisa menghubungkan antara teman lama yang sudah tidak di ketahui bagaimana nasib mereka. Kini Facebook atas kolaboraasi dengan Skype (atau lebih tepatnya) dibeli dengan nilai transaksi milyaran rupiah, ditambah tujuan dari facebook sendiri yang merupakan “Free For People” hadirlah sebuah plug ins / tambahan fitur yang memungkinkan lonjakan terhadap domain yang sudah menjadi no 1 di dunia ini Facebook menjadi lebih bagus lagi, menghadirkan fitur Video Call, yang notabene adalah semacam fitur di Yahoo Mesengger ketika kita bercakap – cakap dengan teman , dan ditambah bisa melihat wajah mereka.

       Pastinya anda ingin mengetahuinya bukan ? berikut adalah langkah – langkah yang harus di tempuh untuk bisa melakukan hal yang tersebut diatas :

1. Go to THIS .

Untuk detailnya : adalah : seperti berikut :

 

facebooknuts02

 

2. Setelah itu yang harus anda lakukan adalah klik pada Get Started

facebooknuts03

3. Ikutilah langkah – langkah yang harus anda lakukan, seperti Klik pada instalasi file,

4. Ikutilah donlotan file (plug-ins) tersebut, kemudian, lakukanlah instalasi pada browser anda.

5. Restart Browser anda,

6. Untuk bisa melakukan Video Call antar teman, pastikan teman anda adalah Pc User, bukan Mobile User, karena

    Secara otomatis, Video Call anda akan reject jika teman anda dalam posisi mobile users.

7. Untuk Memulai, klik pada teman chat facebook anda, kemudian kliklah pada icon

facebooknuts03

8. Enjoy Video Call anda yang pertama ,

facebooknuts

Okeh .. mungkin sedikit UPDATE blog yang sederhana ini bisa membantu kalian semua..

Lakukan dengan Speed internet yang mencukupi, JANGAN LAKUKAN PADA JARINGAN YANG LAMBAT..

karena : MAKAN ATI BROOO >> hhehehehe.. Good Luck

Senin, 04 Juli 2011

Joy

        Kepenakan rutinitas lingkungan kerja , memang sangat melelahkan. Seakan – akan pikiran ini tidak ada ujung nya sampai – sampai aku pun ingin berteriak kencang. Kembali ke awal adalah sangat melelahkan, menjadikan diri kita berguna adalah penting, bukan untuk sekedar membuat orang lain itu senang. Namun hanya untuk membuat hati ini bebas, menjadi apa yang kita jalani. Perlahan namun pasti , sedikit demi sedikit, kita menjadikan diri kita lebih berkembang untuk tumbuh dan mengekplorasi dunia yang belum kita jajahi. Sebagai manusia, itu adalah hal yang wajar, sebagai orang biasa, saya sangat kurang akan pengalaman. Untuk bisa membuat diri kita bisa menjalani apa yang orang lain jalani, sangat sulit. Bukan untuk menjadi orang lain, tetapi untuk menjadi diri kita sendiri. Pernahkah anda membuat diri anda sendiri berada di posisi orang lain, yang pastinya akan berbeda tindak lanjutnya. Untuk itu pelarian adalah penting, bukan sebagai menghilangkan masalah, hanya untuk membuat hati ini kembali menjalani fungsinya. Untuk bisa membuat segala sesuatunya “as my way” .

          Kesenangan akan sesuatu, tempat, atau orang pastinya akan membuat diri kita sendiri seperti hilang, dalam satu lingkup waktu yang tidak tentu. Sesuatu yang bisa membuat diri kita ‘berada’ di ruangan lain, di ruangan waktu yang berbeda, dan berada di dunia yang berbeda, jika itu memang dibutuhkan. Satu pelarian dan kesenangan sesaat ini bukanlah milik kita, melainkan milik hati. Sesosok rupa yang bisa membuat semua tingkah laku kita menuruti apa yang dia kehendaki. Sungguh segala sesuatu yang kita lakukan, jika tidak kita lakukan sesuai dengan hati ini. Maka yang terjadi adalah sesuatu yang ‘tidak’ akan sesuai dengan apa yang dihasilkan.

          Kemudahan bukanlah sesuatu yang semua orang dapatkan. Namun dari semua yang kita lakukan, ujungnya adalah untuk menemukan kemudahan itu sendiri. Sungguh apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri adalah penting untuk orang lain. Berusaha itu baik, berdoa itu penting, Berusaha untuk rela itu bagus, yang lebih baik lagi saya merasa, adalah percaya. Percaya untuk bisa berjalan sendiri tanpa kita harus berusaha untuk mengatur dan berusaha untuk mengontrol.

            Ketika diri kita berada di pucuk satu kondisi dimana kita berpikir apa pun yang kita mau adalah berdampak bagi orang lain. Maka berusahalah untuk menjadi orang yang paling kecil diantara orang lain. Dan mudah2 an kita selalu berada di Lindungan-Nya dan selalu berpikir untuk bisa melakukan, jangan pernah menyerah, dan tentunya tetapkanlah di dalam hati ini, amalan adalah teman kita selamanya. Semua yang kita lakukan adalah teman kita, bersuka hatilah dan tetap berusaha untuk tetap smile. Coz hari esok adalah harapan, jika kita berusaha untuk hidup di masa sekarang, maka janganlah lupa kita membawa masa lalu yang merupakan panduan hari esok. Jangan lakukan yang terbaik. Percayalah akan diri. relakanlah jika memang bukan adanya. Dan berjanjilah untuk tetap berdiri.

            Joy, dimanapun adalah penting. Ketika joy itu hilang, lakukanlah sesuatu untuk bisa mendapatkan nya kembali. Luangkanlah waktu, dan percayalah dalam hati ini, segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk menjadikan kita sendiri teman selamanya.

Minggu, 03 Juli 2011

Rentan

          Kebanyakkan orang dalam menulis sebuah blog adalah pengalaman pribadi, kemudian trik dan tips internet atau hal lainnya yang bisa membuat rangking blog atau halaman pribadi mereka bisa naik di traffic search engine. Ketika pertama kali mereka ngeblog / menulis, saat itulah mereka mulai terindex atau terdaftar dengan sendirinya oleh search engine. Membuat saya berpikir, apakah kita hanya sebuah nomor urut ataukah kita bisa menjadi seorang manusia di dunia virtual ini. Seorang yang bisa luka, sakit , marah, sedih, senang, bersyukur dan berkomunikasi. Memang saat ini seorang manusia tetap menjalani takdirnya sebagai seorang manusia, di dunia yang serba terhubung / wired, dan menjadi sangat sangat kecil dan dekat kita dihadapkan akan sebuah paradigma, kita tidak akan menghindar dari diri kita sendiri dan takdir kita sebagai seorang manusia utuh.

           Sebuah tulisan yang bisa menjadikan dirinya merasa, adalah sebuah tulisan yang bisa membuat orang lain ikut merasakan tulisannya. Mungkin saya bukan seorang yang bisa melakukan hal itu, namun seperti inilah hasil tulisan saya. Bukan karena saya inginkan sebuah prestasi ataupun sebuah index nomor pertama. Saya hanya lakukan ini, karena saya ingin, karena saya suka ..

            Toleransi dimana sebuah pemikiran yang sangat rumit dan dihadapkan akan rutinitas yang mandeg atau tak berarah serta monoton, saya berharap semua hal yang pernah dan telah lakukan bisa membuat orang lain terbantukan. Bukankah kita akan selalu membutuhkan orang lain?

             Bohong, jika seseorang diantara anda semua menjawab saya bisa hidup sendiri dan mandiri. Bukankah kita lahir dari seorang wanita yang pastinya adalah ibu kita? siapa ibu kita ? diri kita kah? jawabannya adalah bukan.

             Mudah – mudahan saya bisa menuliskan apa yang ada di pikiran saya saat ini, sebuah pengalaman pribadi, bukan untuk sebagai santapan publik, namun sebagai ekspresi diri dari seorang manusia biasa. Seseorang pasti mendapatkan pasangan hidup yang bisa membuat dirinya merasa utuh. Ketika seorang berkata, saya inginkan kamu dalam hidup saya, seperti itulah kata – kata yang mungkin terucap, terbersit di kalimat tersebut, berupa bayangan akan hidup bersama – sama mengarungi arungan bahtera kehidupan dua manusia yang disatukan di hadapan orang banyak, dan tentunya di hadapan sang maha pencipta.

              Perasaan suka pasti sudah ada di antara sesama, saling ingin memiliki itu pasti, saling ingin menyanyangi itu juga pasti. Namun pernahkan anda memikirkkan untuk saling bisa membantu satu sama lain ? Saya rasa tidak, Keegoisme seorang manusia di nilai dari perkataan pertama ketika ingin memulai sebuah hubungan dengan pasangannya. Sebuah ironi kehidupan memang, bukan saya sebagai ahlinya, saya ingin merasakan juga seperti orang lain rasakan. Sebuah keutuhan, bukan kebahagian, atau kenikmatan. Ketika kita merasakan utuh menjadi diri dan bisa melakukan apa yang ingin kita lakukan dengan pasangan kita, itulah inti dari sebuah hubungan yang saya ingin pahami sendiri. Kemanjaan dan sebuah dilema berkepanjangan akan rutinitas adalah nyata. Saya tidak bisa melihat itu semua, mungkin dari kacamata saya melihat anda, misalnya, pastinya saya menilai anda lebih senang dari saya, namun apakah anda merasakan apa yang saya katakan? jawabannya adalah tidak. Sebuah egoisme pribadi yang tentunya inginkan lebih dari orang lain ketika sebuah pernyataan dari orang lain pun telah di dapatkan, maka yang tersisa adalah ketidak fanaan diri kita sendiri akan hadirnya dan penting nya orang lain. Sungguh sangat tidak nyaman ketika kita tidak dihadapkan akan sebuah entitas orang dalam hidup ini.

               Untuk itu, saya ingin menahan dahulu apa yang akan saya ceritakan, bukan untuk inginkan sebuah rahasia, namun untuk bisa melakukan ini sebagai seorang manusia bukan seorang yang inginkan egoismenya ada di antara orang lain, untuk itu saya hanya membiarkan jari tangan ini tetap mengetik seperti yang inginkan otak pikiran ini… Sepertinya sudah lama saya belum menuliskan hal – hal yang bersifat pengalaman pribadi di zona ini. Mudah – mudahan bisa berguna untuk orang lain … dan karena saya suka …

Sabtu, 02 Juli 2011

Satu Arah …

                   Keresahan ketika berhadapan dengan dirinya adalah sesuatu yang nyata, kesedihan ketika mengingat dirinya adalah kebenaran, ketika pikiran ini tidak bisa fokus dan bayangan dirinya begitu nyata, adalah keteguhan. Namun aku belajar untuk bisa melakukan semuanya dengan pasti. Apakah itu merupakan satu hal yang merupakan kesalahan, adalah ketidak pedulian dirinya, sungguh aku pun tidak bisa melihat dengan jelas. Aku hanya mendapatkan apa yang dia inginkan. Bukan aku inginkan yang akan dia lakukan. Bukan satu hal yang fana, namun itulah yang menjadi ingatan yang tidak mungkin aku hilangkan, begitu banyak pelajaran yang telah aku dapatkan, namun ketika kita dihadapkan ke pelajaran yang hampir sama, mengapa kesalahan itu menjadi nyata lagi. Mengapa aku tidak bisa menghindari kesalahan itu..?

Mungkin satu hal yang menjadi kebenaran, aku rapuh. Bukan untuk bisa di hancurkan, namun kerapuhan ku ketika mengingat dirinya, ketika dirinya menampakkan kenyataan, kebenaran yang bagiku sangat jauh dari harapan. Bukankah itu semua menjadi satu pelajaran, aku tidak bisa menganggap itu benar, ketika pikiran ku ini hanya untuk nya. Tabu memang jika kita menganggap semua hal yang kita hadapi itu adalah bukan bahan bicara umum. Mungkin itu ada benarnya, mungkin juga sebagai bahan untuk bisa membantu yang lain. Ketika mahluk sosial merupakan mahluk paling rentan, paling mudah untuk tidak bisa berdiri sendiri ketika rintangan itu hadir, apakah akan menjadi seperti itukah? atau kita akan terus belajar sampai pelajaran terakhir dan hasil pelajaran itu akan di kembalikan kepada pemiliknya.

Aku hanya manusia yang tidak bisa menghapus kamu. aku hanya bisa belajar untuk bisa berjalan dengan goyahnya. Untuk bisa melakukan langkah demi langkah dikit demi sedikit arahan otakku melakukan perintahnya untuk bisa melakukan langkahan itu. Pasti? ya sudah pasti … mengapa kita tidak bisa berbalik ke arah belakang, ketika kita dihadapkan ke depan dan melakukan yang terbaik ,… sekarang.

Pelajaran ini masih ku ingat dengan baiknya, tiap kesalahan itu aku dapatkan, aku mengandalkan harapan ku untuk bisa belajar lagi nanti. Satu titik dimana kita berpegangan dengan ketidak mampuan. Untuk itu aku hanya bisa berharap ketika aku tidak bisa melakukan nya, Satu Arah … di situ aku berjalan.