Kamis, 14 April 2011

No More Pay For Internet (I-Net Gratis)

Semenjak terciptanya suatu jaringan pertama kali di dunia, salah satu yang harus di garis bawahi, adalah tidak adanya biaya yang keluar ketika hubungan komunikasi pertama tersebut di ciptakan. Memang sangat terlalu besar untuk di bicarakan, namun satu pikiran saya agar bisa mengungkapkan dari satu raih pencapaian adalah, ketika kita bisa membuat sesuatu yang tadinya merupakan kegiatan yang sangat mahal, bayangkan jika kita suka bermain internet, karena fungsinya yang sangat baik sekali untuk memperoleh suatu informasi yang sangat besar adanya, dan ketika itu pula banyak pihak memanfaatkan untuk bisa mengais keuntungan dari berbagai hal yang ada hbungannya dengan internet, sungguh itu merupakan satu kewajaran saja. Dimana jika anda telah membuat jejak kaki dan kemudian melakukan perjalanan pertama selanjutnya diikuti oleh orang lain di belakang anda. Apa yang terjadi ?

Jalan pertama telah dibuat, namun seiring dengan semakin maraknya dan ramainya jalan tersebut, muncullah berbagai pihak yang bisa melakukan segala sesuatu untuk mengais keuntungan dari jalan tersebut. Berpijak dari satu dan banyak ide untuk bisa melakukan hal yang kita anggap tidak mungkin kemudian kita mencobanya, selanjutnya adalah melakukan satu hal yang dianggap sangat tidak mungkin untuk bisa dilakukan.

Anggaplah anda berada di dunia yang sangat konsumer, dimana setiap hari anda telah hidup di dunia dengan ‘money’ adalah berbicara sangat lantang, dan membuat hidup anda sangat bergantung kepadanya.

Timbul satu dan banyak hal yang bisa membuat pemikiran dimana ‘money’ adalah salah satu alasan mengapa harus di hambur – hamburkan adalah sifat manusia. Namun, jika kita bicara dunia virtual, dimana dunia yag sangat di dominasi oleh para penguasa dunia virtual yang bisa melakukan hal dan kegiatan, bahkan orang biasa pun tidak akan bisa melakukan bahkan sangat tidak mungkin jika kita melihat sisi logikanya. Satu pemikiran dasar dari dunia virtual adalah manusia mengendalikan, bukan logika buatan manusia yang mengendalilkan. Pemahaman dimana kita tidak akan di perbudak oleh angka dan logika mesin yang sangat membatasi ruang lingkup dunia virtual, dimana logika mesin itu bisa di daya gunakan untuk keuntungan manusia itu sendiri. Dunia yang tidak akan bisa seluruhnya di kendalikan oleh intelegensi buatan yang secara otomatis, dengan deretan step dan aritmatik, melakukan hal yang di anggap memudahkan manusia itu sendiri.

Ketika kita membayar sekitar 10 ribu untuk bisa On Line di warnet, kemudian turun harga, karena banyak orang telah bisa mengakses jaringan tak terbatas informasi ini, menjadi sekitar 4 ribu saja. Sejalan dengan terus dan terus berkembangnya alih teknologi akses dan jaringan komunikasi ini memungkinkan kita bisa memanipulasi berbagai hal yang sudah menjadi ketidak mampuan ke sesuatu yang sangat mudah untuk di lakukan.

Apakah salah jika kita mempunyai pikiran untuk bisa melakukan hal yang orang lain ataupun segelintir orang saja bisa melakukannya. ???

Berangkat dari pembelajaran, kemudian dari contoh, selanjutnya pemikiran yang searah dengan keinginan untuk bisa;

Keberhasilan untuk bisa mengakses internet di luar batas provider, ataupun bisa melakukan akses di mana kita akan secara bebas melakukkan akses tersebut,.

Ide dan pemikiran ini akan selalu menjadi tolak ukur dimana seseorang akan bisa mencapai nya. Dan orang lain akan mengikuti dan melakukan dengan caranya sendiri, terus selanjutnya sampai di mana titik keberhasilan adalah satu batasan.

Trik internet gratis ini saya tidak akan mengungkapkan disini. Berhubung satu dan lainnya.

Namun, satu hal yang bisa saya garis bawahi, Trik ini bisa dilakukan di Pc / modem setting, dan handphone setting. Dengan keduanya bisa dilakukan, tinggal kita bisa mengelolanya atau tidak. ? Karena keterbatasan itu telah di hancurkan. Selanjutnya adalah Sebaik apa kita bisa memanfaatkannya.

Mudah – mudahan semua yang saya utarakan di atas menjadi satu pengguggah anda untuk bisa melakukan hal ini. Semangat dalam belajar dan terus berupaya untuk bisa memudahkan diri anda sendiri dan orang lain. Manfaatkan akses teknologi dan komunikasi dengan sebaik – baiknya. Dan mungkin, jika anda telah mencapai titik dimana anda bisa melakukan dimana orang lain tidak, jangan lupa untuk bersyukur. Thanks All.

Senin, 11 April 2011

Ketika Ombak itu Tinggi,

Sedikit cerita yang agak kurang menyenangkan ketika liburan weekend, dan kebanyakkan orang pastinya akan berangkat menuju tempat – tempat yang menyenangkan, ada yang berkunjung ke pantai, ada yang berpergian ke tempat rekreasi atau hanya berjalan – jalan kuliner. Salah satu dari pilihan itu membuat saya ke salah satu restoran cukup besar, atau mungkin kedai makanan di pusat pertokoan ehem, di Cikarang, memang bukan pilihan yang tepat, namun berhubung rencana dadakan yang tidak di rencakan sebelumnya, yachh.. ap boleh buat, harus ke tempat tesebut. Bukan dari tempatnya yang (sebelumnya) itu baik, bersih, dan rapih. Atau pastinya mempunyai standard yang bisa di bilang bagus. Dari harga makanan yang cukup (sesuai jajanan jalanan) dan pastinya jika kita inginkan kondisi yang bagus dan lingkungan yang baik, pastinya harus ‘lebih’ dari harga jajanan jalanan.

Ingin sekali saya menyebutkan salah satu merk dagang kedai makanan tersebut, yang terletak di lantai dasar, L^%%$@ Cikarang, Ketika saya pertama kali masuk, begitu berantakan, dengan sisa makanan yang belum di bersihkan, dan lantai yang cukup membuat orang berpikir, ini bukan standard pusat pertokoan yang baik, Namun ketika ombak tinggi itu datang dan menerpa semuanya, apakah kita akan diam ? ataukah kita akan mengikuti laju ombak yang tinggi tersebut. ?

Rasa lapar yang begitu menggoda perut, ketika saya memasuki kedai makana tersebut, dan yang tersisa adalah bangku dekat pramu saji yang berbentuk seperti meja bar, namun sangat memprihatinkan, dengan begitu banyak piring kotor yang menumpuk, dan membuat pemandangan yang tidak baik untuk di lihat, di tambah meja yang akan kami duduki masih dengan kondisi yang tidak begitu baik, atau masih ada sisa – sisa makanan / rempah yang belum di rapihkan. Saya hampir ingin sekali membatalkan perjalanan ke kedai tersebut, namun sudah nanggung di depan bangku yang akan di duduki, terlanjur sudah, saya duduk di meja itu. Dengan sedikit membuat perasaan ‘para’ pramusaji yang 'letih’ menjadi (tidak enak) karena saya melihat sekeliling dengan memperhatikan keadaan yang kurang begitu bersih. Yah, mungkin ini karena ‘over’ trafik yang tinggi. Tapi saya rasa semua orang di tempat manapun akan berbuat sama, dengan tingkat ke kotoran yang bervariasi, (saya sedikit) melakukan perjalanan dari satu merk kedai makanan ke yang lainnya, dan pastinya semua tempat itu kotor dan sisa – sisanya masih ada, tapi ini bukan yang saya ingin utarakan, yang ingin saya keluhkan adalah bagaimana sistem kerja para pramusaji, dengan tingkat ombak yang tinggi, apakah mereka sudah terlalu letih dan membiarkan diri mereka menelan semua permasalahan yang ada dengan tidak ada pilihan lain, kecuali tenggelam, pastinya ini sebuah kartu mati baik untuk mereka sendiri ataupun untuk orang lain yang berada di lingkungan kedai makanan tersebut. Bagaimana tidak, andai saja semua orang bisa mengerti keadaan, bukan karena tugas mereka saja, atau bahkan tidak hadirnya orang – orang yang seharusnya berada di posisi yang memungkinkan perhatian yang lebih dari semua tindakan dan pekerjaan mereka itu, menjadikan diri mereka sendiri berada di posisi yang tidak mempunyai pilihan, selain menerima semua ombak dan membiarkan diri mereka menelan semua air yang ada.

Walaupun usaha penyelamatan diri mereka di rasa kurang cukup untuk membuat keadaan lingkungan tersebut menjadi lebih baik lagi. Sebenarnya bukan itu, tetapi bagaimana suatu tim bisa bekerja sama agar tidak membiarkan ombak yang datang menjadi bisa di tahan atau bahkan di kendalikan sehingga tidak membuat diri mereka menjadi korban dari salahsatu penomena yang pastinya setiap hari akan di temui dalam hal lingkungan kerja mereka yang sangat – sangat ketat dan tingkat ‘ombak’ yang tinggi.

Oke, salah satu penyebab adalah sifat manusia, entahlah, banyak dari para pramusaji itu mungkin kelelahan, atau bahkan tidak merasa di bayar cukup untuk melakukan pekerjaan yang sudah menjadi prosedur bukan standard saja.

Saya disini bukan untuk sekedar menghakimi atau membuat keluhan pelanggan dari S@l4r1a, jika memang hal itu menjadikan produk mereka sangat laris, mengapa tidak di imbangkan dengan tingkat standard frenchies lainnya.

Salah satu pelajaran yang bisa di ambil disini adalah bukan karena tindakan para pramusaji yang dengan tidak sopan membuat kegaduhan sendiri di tempat kerja mereka / kitchen, dengan membanting piring – piring kotor, membuat argumentasi dengan teman kerja sendiri / satu tim shift. Lalu di tambah dengan pelayanan yang sangat lambaaaat, dari pertama kali kita membuat pesanan makanan, kemudian menunggu pramu saji datang mengambil dan membuat pembayaran di tempat. Lalu, ketika kita membuat satu pembayaran , apakah sudah menjadi ‘HAK’ pelanggan untuk di berikan pelayanan yang baik sesuai kapasitasnya ????

Saya sangat menyayangkan, jika pernyataan saya ini membuat banyak orang yang terkait menjadi sangat tidak menyenangkan,

SOLARIA

Namun, pastinya saya tidak mau lagi datang ke tempat itu, dengan mempunyai pengalaman seperti tesebut diatas,

Sebenarnya sebelumnya, sangat baik, sopan, dan pelayanan dengan standard sesuai dengan tingkat kesulitan masakannya, dibandingkan dengan kedai makanan yang lainnya, yang tinggal menggoreng saja, tidak melakukan pengolahan makanan terlebih dahulu.

Sebenarnya saya cukup senang dengan keadaan yang di atas (ehem). Selain dengan harga yang cukup terjangkau, bisa di bilang kompetitif, namun sekali lagi, saya menyayangkan semua pihak yang berada di tempat itu.

Dan jika hal ini bisa di ketahui oleh para pihak yang kemungkinan berwenang pada kedai makanan (yang saya datang, di lantai 1 itu),

Besar harapan saya jika ada perhatian yang lebih dari pihak itu, supaya bisa mengatasi semua permasalahan ketika ombak itu tinggi.

Minggu, 03 April 2011

Jangan Jemu Menulis

Sebenarnya ketika anda mulai melangkahkan jalan yang sudah anda jalankan, lalu terasa perasaan yang muncul ketika, sebuah dejavu itu ada. Ketika anda merasa inilah yang akan saya lakukan, kemudian pasti seperti ini terjadinya, atau bahkan anda merasa sudah pernah berada di lingkungan seperti ini. Kemudian, pasti saya akan seperti ini, kemudian keadaan yang menyempit dan berbekas pada pikiran anda, kalau lingkungan ini sudah saya lalui sebelumnya.

Seperti postingan blog yang sudah sangat saya tinggalkan sekian lama, mungkin karena lebih saya tidak mau lagi menulis di sebuah ruang virtual yang sangat terbatas akan kreativitas yang ingin saya lakukan. Atau lebih kepada karena saya ingin mengeksplorasi dunia yang lain, atau mungkin karena saya mau mengeksplorasi dunia yang lebih dalam lagi.

Bukan page rank saja yang ingin saya raih, namun karena saya inginkan agar blog ini tetap menjadi salah satu warisan saya, jika waktu yang berlalu begitu cepat, dan merenggut semua yang kita punya.

Mungkin virtual tidak bisa bertahan tanpa dunia fana ini. Namun satu hal yang bisa saya katakan adalah virtual bisa membuat warisan yang berbeda dengan dunia fana, keutuhan dari tulisan – tulisan anda bisa langgeng, (mudah2an) walau waktu berjalan sekian lamanya.

Anggap saja saya telah menulis setelah beberapa tahun ini, bukan pengalaman saja, namun sekumpulan point – point yang sudah saya alami dan point yang telah saya lalui. Untuk bisa berbagi dengan para pembaca semua. Saya sangat senang, jika tulisan blog saya ini telah di baca oleh para pembaca sekalian. Sungguh, ada beberapa komentar dari beberapa pembaca yang membuat saya sangat senang, kita juga hidup secara virtual, di alam pikiran yang mengedepankan logika visualisasi.

Saya hanya berharap bisa menyumbangkan lebih dari sebuah tulisan bisu yang akan membuat ruang virtual menjadi kecil.

Sebuah motivasi untuk bisa menulis kembali adalah salah satu alasan utamanya.

Anggaplah tulisan – tulisan bisu anda di update status Facebook atau Twitter adalah rincian dari semua kegiatan anda sehari – hari.

Mengapa tidak anda tuangkan ke dalam sebuah ruang yang lebih besar lagi dari pada sebuah kotak update yang di batasi oleh kapasitas kotaknya. Para bloggers dan Readers terima kasih saya kepada kalian semua yang telah membuat blog ini tidak terasa sepi.