• Awas, Batuk Malam Hari Bisa Jadi Asma!
KOMPAS.com - Tak sedikit individu yang mempunyai pikiran bahwa asma dan pilek alergi merupakan hal yang berbeda tapi sebenarnya tidaklah berbeda jauh. Mengapa begitu? karena kedua gangguan ini terjadi di tempat yang sama di satu saluran napas sehingga termasuk kategori penyakit "one airway, one disease".
Dr. Hadi Moeliawan, Sp.P dari Klinik Asma & Alergi Dr.Indrajana Mitra International Hospital menyatakan reaksi alergi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas (hidung) disebut pilek alergi. Sedangkan reaksi alergi pada saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan) menjadi asma.
Reaksi alergi pada penderita pilek alergi menyebabkan reaksi peradangan saluran pernapasan bagian atas hingga menyebabkan banyak lendir di hidung. Sedangkan pada asma, reaksi alergi yang terjadi di saluran pernapasan bagian bawah menyebabkan lendir yang berupa dahak banyak mengumpul.
Dr. Hadi menambahkan, pilek alergi akan menyebabkan terjadinya penyempitan pada jalan napas atas sehingga membuat hidung mampet. Ini terjadi akibat reaksi alergi yang menimbulkan peradangan di saluran napas bagian atas, tepatnya di hidung (concha). Bagian ini akan membengkak dan menyebabkan sesak akibat hidung mampet.
Sementara jika reaksi alergi dan proses peradangan terjadi pada saluran pernapasan bagian bawah, maka terjadi penyempitan akibat pembengkakan selaput lendir dari saluran pernapasan bagian bawah sehingga menimbulkan rasa sesak (mengi). Inilah yang dikenal sebagai asma, kata Hadi.
Selain rasa sesak, gejala lain yang dirasakan pada saluran pernapasan bagian atas pasien pilek alergi adalah gatal pada hidung hingga timbul bersin - bersin, terutama di pagi hari atau saat kontak dengan benda yang memicu timbulnya alergi. Sedangkan pada saluran napas bagian bawah, timbulnya rasa gatal akan memunculkan gejala batuk - batuk pada asma.
Jadi, asma dan pilek alergi sangat berkaitan, karena apa yang terjadi di saluran pernapasan atas juga terjadi di saluran pernapasan bawah.
dr. Intan Airlina Febiliawanti
Editor: Abd
Tampilkan postingan dengan label Pilek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilek. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Desember 2009
Tips Atasi Pilek Tanpa Obat
Cuaca tak menentu seperti yang terjadi akhir-akhir ini, tak jarang membuat tubuh cenderung rentan terhadap pilek. Terlebih jika Anda tengah melakukan aktivitas padat.
Berbagai faktor seperti kecapaian, virus dan stres merupakan faktor yang paling sering menimbulkan infeksi pada tenggorakan dan hidung yang berakibat munculnya gejala pilek seperti hidung mampet, tenggorakan serak dan kepala terasa pusing.
Berikut cara – cara yang tidak efisien, untuk menanggulangi pilek ini :
1. Perbanyak konsumsi air putih. Jika dalam kondisi normal Anda mengkonsumsi 6 hingga 8 gelas sehari maka ketika pilek maka sebaiknya Anda meningkatkan konsumsi air hingga 10 gelas. Air dapat menghanyutkan virus dari tubuh Anda dalam berbagai bentuk seperti keringat dan air seni.
Selain itu, cara lain yang dapat digunakan yakni :
2. Menghirup uap panas. yang perlu anda siapkan antara lain, kertas koran atau karton, kemudian masaklah air dengan menggunakan panci atau teko. Kemudian dekatkan lipatan kertas yang membentuk pipa tersebut dengan panci atau teko. Dengan menghirup uap air panas, hidung yang tersumbat akan hilang. Cara itu bisa dilakukan sehabis merendam kaki.
3. Jika Anda kurang beruntung terkena gejala pilek pada dada disertai batuk dan demam. Maka penggunaan panas pada dada akan menolong anda. Caranya cukup mudah, lakukan seperti yang Anda lakukan pada tenggorokan.
Pertama basuh kain dengan air panas, kemudian siapkan handuk untuk menutupi dada Anda. Kemudian taruh kain yang telah dibasuh air tadi keatas dada kemudian tutup dengan handuk tersebut. Biarkan hingga panas hilang. Jika perlu lakukan hal ini tiga kali sebelum tidur. Setelah selesai, bilas dengan handuk. Kemudian disarankan untuk segera tidur.
Sumber ; Republika.co.id
http://www.republika.co.id
Berbagai faktor seperti kecapaian, virus dan stres merupakan faktor yang paling sering menimbulkan infeksi pada tenggorakan dan hidung yang berakibat munculnya gejala pilek seperti hidung mampet, tenggorakan serak dan kepala terasa pusing.
Berikut cara – cara yang tidak efisien, untuk menanggulangi pilek ini :
1. Perbanyak konsumsi air putih. Jika dalam kondisi normal Anda mengkonsumsi 6 hingga 8 gelas sehari maka ketika pilek maka sebaiknya Anda meningkatkan konsumsi air hingga 10 gelas. Air dapat menghanyutkan virus dari tubuh Anda dalam berbagai bentuk seperti keringat dan air seni.
Selain itu, cara lain yang dapat digunakan yakni :
2. Menghirup uap panas. yang perlu anda siapkan antara lain, kertas koran atau karton, kemudian masaklah air dengan menggunakan panci atau teko. Kemudian dekatkan lipatan kertas yang membentuk pipa tersebut dengan panci atau teko. Dengan menghirup uap air panas, hidung yang tersumbat akan hilang. Cara itu bisa dilakukan sehabis merendam kaki.
3. Jika Anda kurang beruntung terkena gejala pilek pada dada disertai batuk dan demam. Maka penggunaan panas pada dada akan menolong anda. Caranya cukup mudah, lakukan seperti yang Anda lakukan pada tenggorokan.
Pertama basuh kain dengan air panas, kemudian siapkan handuk untuk menutupi dada Anda. Kemudian taruh kain yang telah dibasuh air tadi keatas dada kemudian tutup dengan handuk tersebut. Biarkan hingga panas hilang. Jika perlu lakukan hal ini tiga kali sebelum tidur. Setelah selesai, bilas dengan handuk. Kemudian disarankan untuk segera tidur.
Sumber ; Republika.co.id
http://www.republika.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)



