Senin, 14 November 2011

Sampai Mana de?

 

                 Seperti biasa, setiap harinya .. paling tidak sampai hari kamis, fariz,, seorang anak umur 4 tahun, ingin melakukan satu hal yang semua orang harus, belajar, paling tidak belajar yang ia lakukan sekarang ini hanyalah mengaji di satu taman kanak – kanak yang berfungsi sebagai TPQ (untuk belajar qur’an) ketika siang dan sore hari. Berbagai kelas ada, dimulai pra, jilid 1,2,3 dst. Banyak tenaga pengajar yang melakukan satu tindakan mulia untuk bisa mengajarkan ilmu yang di pelajarinya, dan mudah2an ada imbalan untuk semua yang telah mereka korbankan untuk bisa membuat anak manusia menjadi utuh. Tapi yang akan saya ceritakan ini bukan cerita tentang guru ngajinya yang cantik cantik , hehe , melainkan untuk bercerita tentang seorang anak kecil yang bisa melakukan satu pencapaian (yang) saya pikir sudah melewati batasan – batasan normal (standard) sari orang lain, alhamdulillah atas semua berkah yang diberikan oleh 4JJI swt.

                  Berperawakan sedikit kecil , namun mempunyai kepala sedikit besar dengan sedikit rambut tipis menutupi. Kalau di pikir, mirip dengan aktor hollywood , di film the porter , paling tidak kepalanya saja. :) hmm .. seperti biasa kegiatan belajarnya selalu melakukan pelaporan ketika saya pulang dari kegiatan rutinitas, ketika mulai membuka pintu besi berwarna hitam, sosok kecil itu lalu berlarian menghampiri dengan teriakannya yang melengking, memanggil satu kata “ayah .. “ bukan kata yang besar dan panjang, namun membuat saya menoleh dan melihat dirinya. Sebersih sebuah wajah ceria yang terlihat bercahaya akan silauan cahaya matahari sore yang redup, senja yang sedikit terang. Lalu kata – kata yang terbilang dari nya, melengking namun sedikit keras, sebuah kepolosan hadir, ketika ia berkata, Ayah, tadi tadi fariz beli mainan baru .. lalu aku berpikir, sembari mematikan mesin beroda dua yang selalu siap untuk dipanaskan dan dibawa bersamaku .. aku pikir ingin beritahu tentang hal yang penting, namun dari pelaporan itu, aku hanya tersenyum kecil dan sembari berkata lembut … mainan apa de ? Belum aku selesai melepas napas dari kepenakan dan kelelahan perjalanan, ia pun berlari menuju ruang kecil sambil berlari untuk mencari mainan yang baru saja ia beli, … lalu sambil berusaha melepaskan sepatu ku, ia pun berkata kepada ibunya, .. Ibuuu . mainan fariz yang baru manaa ??  … hihi .. satu kata pelaporan dahulu yang terbersit di pikiran kemudian baru mulai mencari dimana mainannya .. lugu dan tanpa dosa .. begitu ia menemukan mainannya .. ia berlari lagi menuju ku dan dengan tangan kecilnya ia menyodorkan mainannya kepadaku .. aku sedikit tertegun, dan melihat arah jalan kecil di depan rumah .. yang berjejer begitu banyak orang yang ada dan seperti mengantri, menunggu .. anak mereka pulang dari tpq. Kemudian aku menoleh akan kehadirannya yang membuatku tersadar .. oh .. sebuah robot kecil terbuat dari plastik berwarna biru seperti ultraman, namun mini size. Lalu ia pun berkata .. bagus kan ?? hmm .. aku pun berkata kembali, iya .. bagus .. fariz beli dimana .. jawab ku. Di tempat ngaji, .. jawab nya.. hehe ,… sekarang aku yang polos bertanya . Setelah sedikit lelah terjawab .. aku mulai bertanya lagi .. tadi farizz ngaji ?? … iya .. jawabnya, tadi tadi fariz gak diulang dong .. aku hanya tersenyum mendengarnya .. sebuah jawaban yang sebenarnya aku sendiri tidak mengharapkan yang lebih darinya, … hanya tertegun dan sedikit terkejut sambil bertanya – tanya .. sebenarnya seperti apa sich pelajaran ngajinya .. yang membuat fariz tidak diulang ?? jawaban ku hanya : .. hebattt .. fariz pinter . Pertanyaan dalam benakku ingin aku tuntaskan .. ketika malam mulai tiba dan alunan panggilan ibadah telah mengumandang dari 15 menit yang lalu .. akhirnya seperti biasa, fariz melakukan pelajaran mengaji dengan ibunya, untuk belajar membaca halaman berikutnya dari sebelumnya yang telah di baca. Keingin tahuan ku telah terjawab, ketika ibunya bilang : .. fariz coba belajarnya sama ayah .. dengan sigap aku pun membuka jilid 3 qiroati miliknya … kemudian sedikit bertanya dan berkata sambil menyiapkan meja kecil dan sebuah sumpit yang sudah berubah fungsinya menjadi penunjuk arahan huruf baca .. sampai mana de?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar