Tampilkan postingan dengan label teriak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teriak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Kecil Bukan Ukuran ..

Tag Technorati: {grup-tag},

                    Tak terasa pendidikan anak usia dini memang banyak berguna, selain untuk melatih anak untuk belajar lebih dewasa, dan mandiri, juga sebagai pelatihan untuk pengenalan dunia pendidikan yang sesungguhnya. Keuntungan lainnya mungkin akan kita ketahui ketika kita mencoba untuk melakukan pembelajaran sendiri, anak dengan ibunya mencoba untuk mengetahui seberapa bisanya si anak ketika belajar. Sebagai evaluasi itu memang penting, untuk mengetahui, bukan untuk menyalahkan, namun sebagai pengingat saja. Sedikit demi sedikit namun jika evaluasi belajar pasti akan membuahkan sesuatu yang bisa di jadikan suatu standard kepada sang anak. Sedikit cerita Fariz, seorang anak dengan ukuran badan tidak terlalu besar, maklum dia baru berumur 4 tahun lebih dua bulan, bulan Oktober ini.

                    Ketika dia mulai merambah jilid 3 Qiraati, dia mulai memasuki satu kelas dengan teman – teman yang baru lagi, padahal saya masih berpikiran anak saya masih belajar qiraati jilid 2. Tapi tak mengapa, kemudian, ketika kelas baru itu mulai dia masuki, banyak dari temannya adalah anak berumuran sekitar 5,5 tahun ke atas, bahkan ada yang berumuran 7 tahun, memang kelas ini adalah kelas paling tinggi diantara kelas – kelas qiraati lainnya, berbeda dari mulai muridnya yang masih kecil – kecil berumuran 3 tahunan bahkan ada yang 2,5 tahun sudah mulai di kenalkan akan dunia pengajian pembelajaran qiraati ini. Fariz hanya terdiam ketika masuk ke kelas barunya, memang sudah dari kecil dia sangat tidak bisa lepas dari kehadiran ibunya yang harus menemani nya ketika ngaji. Masih tampak lugu dan malu – malu, ketika itu fariz mulai duduk dan belajar untuk mengenal sekelilingnya, hari itu adalah hampir 3 hari dia mulai pindah kelas karena tingkatan ngajinya sudah naik satu tingkat, setelah tes kemarin dari jilid 2. Memang waktu sepertinya berjalan sangat cepat jika kita tidak menggunakannya dengan optimal mungkin, kemudian, seorang anak berparas agak tinggi mulai berbicara dengan lantang, hei .. kamu kelas nya di sana tuch ,… sambil menunjukk ke kelas jilid 1 yang notabene merupakan kelas seumuran 3 atau 4 tahun, kemudian dia pun terdiam, karena bingung apa yang sebenarnya terjadi .. bukan karena tidak mengerti, hanya karena ketidak tahuan membuat dirinya sedikit bingung. Lalu ibunya pun berkata, fariz memang masuk kelas ini karena baru saja selesai dan pindah ke tingkat / jilid 3 qiraati, memang satu kata banyak artinya .. tampak anak itu pun bingung, mengapa? karena dia heran seorang bocah dengan seukuran tidak begitu besar mampu masuk ke kelas yang notabene merupakan kelas tingkatan anak tk dan sd. Sedangkan fariz belum sekolah secara formal sama sekali.  Fariz bisa melakukan pembacaan dan penulisan abjad dengan sangat baik, sesuai dengan tingkatan keahliannya, memang fariz bisa dikatakan sebagai sedikit lebih baik daripada anak – anak yang lain.

               Terkadang yang kita lihat bukan representasi yang kita pikirkan, karena kemampuan tidak bisa di ukur dengan sebuah tampilan fisik. Sesuatu yang bisa dikatakan mempunyai karakteristik besar pasti kuat, dan kecil pasti lemah. Seperti itulah saya berasumsi tentang hal ini. Memang semua manusia mempunyai bakat dan tingkatan sesuai dengan yang telah diberikan oleh yang maha kuasa. Cikal bakal bakat ini pun bisa kita asah dan kita pertajam untuk bisa membuatnya terlihat dan pastinya akan tajam ketika digunakan.

Sabtu, 16 Juli 2011

Tidak Ada Kesempatan

 

       Satu kata yang hanya bisa kita ucapkan ketika saat terakhir itu sepertinya ada di depan mata. Bukan kah ada selingan waktu yang terbersit ketika kita melalui satu rentang peristiwa yang membuat diri kita menjadi utuh ? Itulah moment yang semu dan bisa di buat seperti adanya dengan membicarakan. Untuk saat yang seperti nya sangat singkat, dan moment itulah yang membuat diri kita seperti hilang. Ketika itu , mungkin, dan mungkin saja, ada jeda antara detik , per seribu detik, moment yang seakan – akan seperti tayangan lambat suatu film. Membuat kita seakan – akan berniat untuk bergerak, berbicara atau bahkan bisa membuat orang melakukanny juga. Waktu seperti rentang yang ringan, menjadikan peristiwa seperti bungkusan semu yang melayang seperti asap rokok. Bukankah ruang dan waktu itu diciptakan untuk memenuhi isinya?

        Bukan hal yang tidak mungkin ketika kita berucap untuk bisa melakukan seperti : Tdak ada kesempatan. Waktu yang ada hanyalah sebongkah bentuk yang bisa kita ubah bentuk ke bentuk yang lain. Waktu seperti sebuah lilin mainan yang bisa kita bentuk untuk bisa menjadi bentuk yang lebih dari yang kita buat sebelumnya. Waktu, bukan saya yang membuat lilinnya, saya hanya membentuk lilinnya seperti apa. Ketika lilin itu tidak bisa berubah. Kita hanya diam, membeku dan mulai kehilangan kesadaran akan diri kita. Satu lilin bisa digantikan dengan lilin lainnya. Karena lilin yang lain adalah sama. Bukan satu lilin, bukan dua. Melainkan satu bongkah besar lilin yang bisa di ambil sedikit atau banyak bagiannya. Melakukan untuk bisa melewati tidak melewati supaya bisa melakukan.

        Kata yang sangat miris, tidak ada kesempatan. Sebuah lilin yang tidak mau berbentuk, itulah tidak ada kesempatan. Lilin mainan yang menolak untuk dibentuk, gagal untuk bisa berbentuk. Waktu, yang mempunyai dan kembalinya adalah milikNya. Manusia adalah mahluk yang sangat rentan dengan keadaan, ketika dia merasakan, dia mulai berpikir, ketika dia mulai memahami, dia mulai membangun. ketika dia mulai bisa dia mulai berkata. Saya hanya penulis. bukan pemikir, ketika saya berpikir, seakan – akan masuk ke dalam jurang yang tidak jatuh namun mulai terbang. ketika tinggi dia akan melepaskan dari kepala kita, ketika itu kita merasakan sakit. Karena terlalu tinggi, bukan karena terlalu berat. Pahamilah bukan merasakan. Ketika waktu itu mulai menandakan : Tidak Ada Kesempatan.

Senin, 04 Juli 2011

Joy

        Kepenakan rutinitas lingkungan kerja , memang sangat melelahkan. Seakan – akan pikiran ini tidak ada ujung nya sampai – sampai aku pun ingin berteriak kencang. Kembali ke awal adalah sangat melelahkan, menjadikan diri kita berguna adalah penting, bukan untuk sekedar membuat orang lain itu senang. Namun hanya untuk membuat hati ini bebas, menjadi apa yang kita jalani. Perlahan namun pasti , sedikit demi sedikit, kita menjadikan diri kita lebih berkembang untuk tumbuh dan mengekplorasi dunia yang belum kita jajahi. Sebagai manusia, itu adalah hal yang wajar, sebagai orang biasa, saya sangat kurang akan pengalaman. Untuk bisa membuat diri kita bisa menjalani apa yang orang lain jalani, sangat sulit. Bukan untuk menjadi orang lain, tetapi untuk menjadi diri kita sendiri. Pernahkah anda membuat diri anda sendiri berada di posisi orang lain, yang pastinya akan berbeda tindak lanjutnya. Untuk itu pelarian adalah penting, bukan sebagai menghilangkan masalah, hanya untuk membuat hati ini kembali menjalani fungsinya. Untuk bisa membuat segala sesuatunya “as my way” .

          Kesenangan akan sesuatu, tempat, atau orang pastinya akan membuat diri kita sendiri seperti hilang, dalam satu lingkup waktu yang tidak tentu. Sesuatu yang bisa membuat diri kita ‘berada’ di ruangan lain, di ruangan waktu yang berbeda, dan berada di dunia yang berbeda, jika itu memang dibutuhkan. Satu pelarian dan kesenangan sesaat ini bukanlah milik kita, melainkan milik hati. Sesosok rupa yang bisa membuat semua tingkah laku kita menuruti apa yang dia kehendaki. Sungguh segala sesuatu yang kita lakukan, jika tidak kita lakukan sesuai dengan hati ini. Maka yang terjadi adalah sesuatu yang ‘tidak’ akan sesuai dengan apa yang dihasilkan.

          Kemudahan bukanlah sesuatu yang semua orang dapatkan. Namun dari semua yang kita lakukan, ujungnya adalah untuk menemukan kemudahan itu sendiri. Sungguh apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri adalah penting untuk orang lain. Berusaha itu baik, berdoa itu penting, Berusaha untuk rela itu bagus, yang lebih baik lagi saya merasa, adalah percaya. Percaya untuk bisa berjalan sendiri tanpa kita harus berusaha untuk mengatur dan berusaha untuk mengontrol.

            Ketika diri kita berada di pucuk satu kondisi dimana kita berpikir apa pun yang kita mau adalah berdampak bagi orang lain. Maka berusahalah untuk menjadi orang yang paling kecil diantara orang lain. Dan mudah2 an kita selalu berada di Lindungan-Nya dan selalu berpikir untuk bisa melakukan, jangan pernah menyerah, dan tentunya tetapkanlah di dalam hati ini, amalan adalah teman kita selamanya. Semua yang kita lakukan adalah teman kita, bersuka hatilah dan tetap berusaha untuk tetap smile. Coz hari esok adalah harapan, jika kita berusaha untuk hidup di masa sekarang, maka janganlah lupa kita membawa masa lalu yang merupakan panduan hari esok. Jangan lakukan yang terbaik. Percayalah akan diri. relakanlah jika memang bukan adanya. Dan berjanjilah untuk tetap berdiri.

            Joy, dimanapun adalah penting. Ketika joy itu hilang, lakukanlah sesuatu untuk bisa mendapatkan nya kembali. Luangkanlah waktu, dan percayalah dalam hati ini, segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk menjadikan kita sendiri teman selamanya.

Jumat, 10 Desember 2010

Menunggu

              Memang satu kata ini jika kita telaah.. menjadi satu arti yang tidak kunjung habis ulasannya. Mengapa ? mungkin kata ini yang mengakibatkan banyak efek terhadap orang lain ataupun sekitarnya. Menunggu, kalo kita bisa mengatakan kata ini sangat simple dan sangat sederhana sekali, tetapi jika di proyeksikan dengan perbuatan merupakan satu kegiatan yang memerlukan ketenangan jiwa dan kebutuhan fisik yang optimal agar bisa melalui tahapan kegiatan ini. Blog post yang saya tuliskan ini semata - mata hanya inginkan satu keterangan bahwa yang saya kerjakan saat ini adalah menunggu , menunggu ide dan bahan postingan yang bisa mendongkrak rangking, menunggu untuk sesuatu yang lebih baik lagi, dan menunggu untuk sesuatu yang bisa membuat postingan blog ini lebih sering lagi. 
              Menunggu kepastian dari hal yang sangat lama dan tidak ujungnya adalah satu hal yang sangat mengesalkan. Untuk itu benar adanya jika seseorang bisa berubah menjadi sesuatu yang bukan dirinya ketika pase menunggu ini mendapatkan gangguan. Sebab dari hal yang mengganggu menjadi luas dan tidak terpikirkan, sementara fase belum bisa di selesaikan.. satu kata untuk mengartikan semuanya

Minggu, 07 November 2010

Body Board di Pantai

      Mungkin ini salah satu pengalaman saya yang tidak ternilai. Selain saya bisa belajar banyak tentang 'Surf' tapi ada hal lain, yaitu menghargai hidup. Mulai dari perjalanan saya ke salah atu pantai di daerah dekat ujung jawa, dari sini saya melihat berbagai segi dan bentuk pesisir pantai yang sangat berbeda satu dan lainnya. Mulai dari bentuk pantai yang landai .. kemudian beralih ke bentuk pantai yang curam yang mempunyai ketinggian ketika kita ingin menuju ke laut lepas. 
       Perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam dari Bekasi atau Cibitung, jika anda melihat ke bentuk jalan yang sangat sempit dan penuh dengan lalu lalang truk pasir atau biji besi yang mensuplai ke banyak pabrik di daerah Banten. Namun setelah anda sampai ke Pantai Langgudi, satu lokasi pantai yang terletak agak sedikit ke barat dari Pantai Anyer. Disitu anda akan sedikit terkejut dengan keadaan pantai yang agak di atas dari permukaan laut. Dengan bentuk pantai seperti itu membuat anda pasti akan 'scare' hanya untuk mencoba berenang. Gimana tidak, dengan topologi pantai yang curam dan disertai dengan bentuk ombak yang cukup besar, pastinya anda akan mengurungkan niat anda untuk berenang ria, bahkan untuk mencoba mencicipi pantai yang landai saja, lumayan membuat sedikit ciut.
        Disini lah beda antara yang mau dan yang tidak mau mencoba. Dari pengalaman yang sangat sedikit bermain skateboard, akhirnya naluri itu muncul kembali, naluri 'to be x' mungkin inilah saat nya .. THIS IS IT, aku mencoba untuk bisa belajar Body Board, hehe.. dengan harga sewa board yang murah, dan Board yang terbuat dari busa (foam keras) bukan dari fiber seperti yang di gunakan para selancar pro, namun yah, daripada penasaran tidak berujung, akhirnya saya memberanikan diri. 
         Langkah pertama saya menuju pantai itu sangat mengerikan, dengan pemandangan ombak yang sedikit besar dari biasanya ... kira - kira tingginya 1 meter tapi itu juga dari perkiraan. langkah kaki mulai goyah dengan pemandangan ombak yang kurang dari wajarnya laut. Kemudian setelah beberapa langkah saya berjalan, ternyata keadaan pantai tersebut sedikit dalam. Waduh, gak pernah nich berenang di kedalaman yang lebih dari 2 meter, gawat kalo tenggelam, apalagi sudah membawa body board yang mempunyai ikatan di pergelangan tangan dan menyambung ke body board dengan seutas tali nylon yang sedikit tebal dan di bungkus dengan semacam pipa plastik. Deburan ombak yang sangat cepat dan cukup tinggi itu mulai satu demi satu mengenai dan menghantam badan saya yang super slim shady ini. Sesekali hembasan ombak yang besar membuat badan saya mundur beberapa langkah. Semakin lama saya melangkah semakin saya berpikir kalau dasar laut ini tidak begitu dalam seperti yang dekat bibir pantai. 
          Ombak pertamax mulai saya coba.. 



          Kalau dilihat dari foto yang saya unduh dan upload ulang ini mungkin agak sedikit berbeda, maklum, saya bukan pro, dan juga ini pertamax saya mencoba jadinya ya .. sedikit kik kuk dan sepertinya posisi badan saya tidak seperti yang di foto, jadi ya sepertinya salah gaya nich. 
          Namun dari pikiran saya yang terlintas adalah bagaimana caranya saya bisa surf itu saja. Dari semua ombak yang saya coba tumpangi hanya beberapa saja yang bisa membuat saya berjalan di atas ombak sejauh 3 meteran ... lumayan lah buat pertamax. 
          Akhirnya setelah beberapa percobaan gagal dan gagal lagi, saya mencoba mengambil kesimpulan dari pengalaman yang sangat sedikit ini. Cara anda mengambil ombak adalah 
1. Pilih yang agak sedang dahulu, setelah itu,
2. Jangan terburu - buru untuk langsung untuk menaikinya, anda harus melihat pecahan buih dari ombak  tersebut, jika menggumpal banyak maka anda harus melewatinya atau dengan kata lain, anda harus melompati ombak itu. 
3. Jika ombak yang pilih sudah dekat dan berada di belakang anda / karena posisi anda harus berada di belakang ombak bukan di atasnya ataupun terlalu di depan ombak itu . 
4. Jika posisi anda sudah tepat, sekarang yang harus anda lakukan adalah menentukan moment kapan anda harus melakukan surf atau mencoba untuk berjalan di atas ombak itu. 
5. Setelah itu biarkan ombak membuat badan anda dan body board melaju berjalan ke depan. Pastikan badan anda dalam posisi yang kokoh dengan body board.

            Sedikit pengalaman ini membuat saya ingin mencoba lagi lain waktu. Bener dech, sekali anda mencobanya, maka anda akan ketagihan akan Adrenalin yang mengalir di otot leher anda dan menuju otak, perasaan yang di sebut sebut orang sebagai :'fly'. Bukan dalam arti yang negatif namun sangat sangat positif, karena adrenalin itu membuat badan anda dan otak anda berpikir jernih dan membuat kesegaran baru di tubuh anda. 
              Setelah itu jika anda mulai lelah dan kaki anda seperti sudah menjadi lemah karena terlalu lama bertahan melawan deburan ombak yang keras, saya sangat sangat sarankan untuk segera ke pantai dan beristirahat, karena jika anda memaksakan, maka yang terjadi adalah kecelakaan yang sangat tidak terpikirkan. Mungkin inilah yang terjadi dengan saya pribadi, ketika saya mencoba untuk berusaha mengambil ombak yang tinggi dan melaju dengan kecepatan tinggi, keadaan badan sudah tidak bisa melanjutkan, kemudian tubuh saya sangat lelah untuk mencoba mengambang, bahkan saya tidak bisa berpikir jernih dan menggunakan body board saya untuk mengapung. Kaki saya sudah letih, badan dan tangan saya juga, kemudian dalam keadaan seperti itu, saya di terjang ombak yang lumayan tinggi, sangat di sesalkan sekali, ombak yang mengenai saya bukan hanya satu namun 4 deburan ombak dalam interval sekitar 8 detik. Terpaksa dalam keadaan yang seperti itu saya meminum beberapa liter air laut dan mengacungkan tangan saya untuk memanggil teman saya yang kebetulan bermain body board juga (untung ada 2 orang) saya memanggil mereka, dan berteriak, untuk meminta tolong, karena kaki saya seperti tersedot ke arah lain dari arus, seperti ada yang mendorong saya menjauhi lokasi tempat saya bermain, ini sangat saya tidak perkirakan dari semula. 
            Setelah itu , mereka berkata, kenapa ? saya menjawab, gak bisa jalan, seperti ada yang menarik kaki saya. Kemudian ada satu orang, dia bilang, pakai boardnya untuk mengapung. Kemudian saya melakukan yang dia bilang, sambil dia menuntun saya untuk ke pantai. Saya tidak ingin ke pantai, saya ingin mengambil ombak lagi dan mencoba untuk surf lagi. Rasa penasaran itu masih menggema di pikiran saya. Setelah itu, ada satu orang berkata, kalau sudah capek, istirahat saja dulu. Kemudian tersentak di pikiran saya, kenapa saya tidak berpikiran seperti itu ya, ? 
             Akhirnya setelah beberapa kayuh dan deburan ombak sampailah saya di pinggir pantai, saya melepaskan lelah saya, dan jatuh terengap engap, kalau boleh saya bilang ini seperti melakukan adegan di ranjang dengan 2 ronde sekaligus. Hehehe.. bukan promosi atau berniat porno nich. 
              Kemudian saya bilang kepada mereka, untuk menghindari dari daerah sebelah kiri, karena sepertinya ombak berarah lain, dan ada arus bawah yang menghanyutkan. Mereka pertama - tama tidak mengindahkan, namun setelah beberapa saat, mereka pun seperti hanyut dan hampir tidak bisa bergerak dari posisi mereka yang semula. Saya juga kaget dengan posisi mereka yang belum beranjak, namun setelah itu, mereka akhirnya melanjutkan ke pantai juga dan mencoba berputar dari jalur lurus ke tempat mereka dan saya bermain. 
                Dua pelajaran telah saya ambil dari sini , sungguh hidup anda sangat berharga untuk di hilangkan ataupun dengan sadar anda melihat diri anda dalam bahaya dan sedikit perlahan anda menuju yang namanya kematian. Saya melihat orang tersayang, seseorang yang ada di hati saya terbayang di benak. 
                Namun semua itu membuat saya menjadi dewasa menjadi lebih selangkah untuk bisa. Lumayan lah buat pertamax.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Syukuri lah Teman

           Alhamdulilah, segala puji dan syukur saya ucapkan pada 4JJI SWT yang telah memberikan semua yang telah ada di dunia ini. Ungkapan rasa syulur saya kepada Illahi dan semoga di berikan nikmat juga yang telah kita semua nikmati ini kepada orang - orang yang belum diberi kesempatan atau masih di beri cobaan hidup berupa berbagai bentuk bencana atau cobaan hidup yang lainnya. 
           Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat mempunyai pulau - pulau baik itu besar ataupun kecil, di kelilingi oleh lautan dan memberikan kenikmatan sangat luar biasa kepada kita , bangsa indonesia. 
           Namun rasa - rasanya semua yang telah diberikan oleh yang maha kuasa, menjadi satu penghalang bagi saudara saudara kita yang berada di kepulauan pantai ataupun bagi yang tinggal di area kemungkinan timbulnya gelombang besar atau pun tsunam , alangkah memberikan kita satu kejutan yang sangat tidak terpikirkan. Jika kita terkejut akan bahaya gelombang ini. Bukan ini berarti semua kenikmatan yang telah diberikan kepada kita mempunyai hal yang sama. Semua itu mempunyai makna yang bermanfaat.
            Mungkin salah satu berkah yang lain yang telah diberikan oleh yang maha kuasa adalah keberadaan pegunungan yang indah dan panorama udara nya yang sejuk. Sungguh sangat besar kenikmatan yang telah diberikan oleh yang maha kuasa kepada kita semua. Sangat tak terelakkan kalau semua itu menjadi punah karena letusan yang bererupsi dan mengeluarkan letusan dan luluran awan panas yang sangat luar biasa sekitar 6000 derajat celcius atau seperempat suhu matahari. 
             Salah satu lagi hal yang mungkin kita semua terlupakan adalah menjadi satu kesatuan jika terbentuknya kepulauan indonesia merupakan satu sistem kerja antara letusan dan erupsi gelombang juga tsunami. Hmmm ... satu teori 'kozhe' nich, bukan Darwin aja yang bisa menelurkan suatu teori yang 'make sense' tapi tidak terlalu 'masuk akal' itu. 
               Seharusnya jika kita lebih membumi dan mencoba untuk hidup di alam. Maka kita akan mengerti mengapa semua itu terjadi, dan mengapa kita seharusnya mencoba untuk bisa "belajar" dari semua yang telah kita lihat dan amati dari alam ini. Tidak semua orang di belahan dunia ini yang bisa menikmati nyiur angin sepoi di pantai ataupun di pegunungan. 
               Saya sendiri disini bukan untuk memberikan komentar yang tidak tidak tentang orang orang namun yang ingin saya utarakan adalah, semestinya kita bisa menghargai hidup untuk bisa melalui hidup yang lain. mengagumi hidup untuk bisa membuat hidup yang lain. 
                Masih banyak yang bisa kita jalani untuk bisa melnjutkan hidup kita, bukan untuk menikmati namun untuk menjalani, saya lebih suka menjalani bukan untuk menikmati. Karena jika kita menikmati, kita sudah tidak ada lagi di dunia ini....... coba pikirkan. 
                Semoga sedikit renungan ini membuat kita lebih mensyukuri hidup kita ini. 
               



Minggu, 10 Januari 2010

Paypal ku

        Fihuy... akhirnya akun paypal ku sudah terverifikasi. Agak repot memang, dengan bantuan http://VCCmurah.com dan semua bantuan teman - teman saya, juga para blogger di sana. Akhirnya akun Paypal saya sudah verifikasi. Masih jauh memang jalan yang akan di tempuh, tetapi paling tidak.. ini akan menjadi satu pijakan yang sangat momentum bagi saya.
        Kenapa tidak, dengan akun paypal yang sudah terverifikasi ini, jalan sudah terbuka tinggal kita yang akan menjalaninya aapakah itu dengan cara jalan cepat atau dengan cara slow saja. Karena itu yang akan kita lalui selama perjalanan ini menghadapi semua cobaan dan rintangan yang ada. Memang tidak semua hal itu bisa dengan mudah , akan tetapi saya tetap pada komitmen saya untuk menulis dan menulis... di blog ini atau di Wordpress .
        Dengan izin Yang Maha Kuasa .. saya tetapkan hari ini blog saya dengan paypal akun saya aktif untuk terus exist di dunia blogger..
         Perlihatkan wajah mu ke dunia karena saya akan datang ... Watch out .!

Minggu, 07 Juni 2009

Kenapa Harus Berteriak?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;

"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan
menjawab;"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan
kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."

"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak
dapat berbicara secara halus?"


Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."


Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.


Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.


Have a nice day !

feed jit

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.