Selama ini yang kita kenal, spa atau serangkaian perawatan kecantikan biasanya terdiri dari lulur rempah, mandi susu, dan masker yang terbuat dari bahan alami.
Rangkaian perawatan tradisional tersebut, tentunya untuk membuat kulit menjadi lebih bersih bersinar. Selain spa tradisional, ada jenis spa lain yang sangat unik. Berikut perawatan kecantikan teraneh seperti VIVAnews kutip dari TripAtlas.
1. Mengatasi pegal dengan ular
Untuk mengatasi rasa pegal, sebuah rumah spa di Talmei Elazar, Israel, memiliki cara khusus dan sedikit menyeramkan. Di tempat yang bernama Carnivorous Plant Farm tersebut, terdapat seorang terapis yang bernama Ada Barak yang menggunakan ular untuk mengatasi rasa pegal.
Ular yang digunakan bukan sembarangan, yaitu ular California yang tidak beracun dan ular raja Florida. Ular-ular tersebut akan merayap di bagian punggung dan bisa menghilangkan pegal-pegal.
2. Pijatan dengan kaktus
Four Seasons Resort Punta Mita di Mexico menyediakan layanan pijatan dengan menggunakan kaktus. Pijatan tersebut bernama “Hakali Massage”. Dengan menggunakan gabah kaktus yang tidak memiliki duri, dan bunga kaktus, kulit akan dipijat secara perlahan. Perawatan ini bermanfaat mengeluarkan racun dalam tubuh dan menyegarkan kulit.
3. Facial untuk bokong
Smooth Synergy Cosmedical Spa, sebuah salon spa di New York, Amerika Serikat menyediakan perawatan untuk keindahan bokong. Perawatan akan diawali dengan mengangkat sel kulit mati dengan menggunakan scrub dari ekstrak pepaya dan mint.
Lalu, dilanjutkan dengan terapi mikronutrien untuk menghilangkan selulit di sekitar bokong. Dan, terakhir disemprotkan “tan organic”, untuk membuat bokong terlihat lebih bagus.
4. Facial dengan kaviar
Rome’s Grand Spa yang terdapat di Hotel Cavalieri Hilton, Italia, merupakan pusat spa yang menyediakan perawatan wajah dengan kaviar (telur ikan). Kaviar yang merupakan makanan lezat dan mahal, ternyata juga memiliki fungsi memperhalus dan menyegarkan kulit.
5. Kulit mulus dan sehat berkat jerami
Hotel Heubad, di Itali menyediakan perawatan tubuh menggunakan jerami basah. Tubuh dibungkus dengan jerami basah, lalu dibaringkan di kasur air yang kemudian dipanaskan hingga mencapai 100 derajat Fahrenheit. Perawatan ini bisa meningkatkan imunitas dan proses metabolisme tubuh.
1. Spa dengan teh, kopi, anggur merah, sake, dan mi ramen Yunessan Spa di Hakone, Jepang merupakan taman hiburan untuk keluarga. Di sana juga tersedia kolam-kolam air panas yang berisi teh, kopi, anggur merah, sake, atau mi ramen. Sake, selain enak diminum ternyata juga bisa membuat kulit lebih bersinar.
2. Spa dengan cokelat
Saat ini spa dengan cokelat memang sudah cukup banyak dilakukan. Nah, salah satu pelopornya adalah Hotel Hershey di Hershey Pennsylvania, Amerika Serikat. Hersey adalah pemasok cokelat terbesar di dunia yang mengolah cokelat menjadi bahan untuk perawatan atau Chocolate Spa. TPerawatan dengan coklat terdiri dari Cocoa Bath, Chocolate Bean Polish, dan Chocolate Fondue Wrap.
3. Spa dengan emas 24 karat
Sebuah perusahaan kecantikan di Jepang, bernama Umo, mengembangkan perawatan kecantikan dengan emas 24 karat. Dulu, pada zaman Cleopatra emas memang selalu digunakan untuk menjaga kecantikan kulit. Menurut Umo, facial dengan emas bisa merevitalisasi kulit dengan memperbarui sel-selnya yang telah rusak.
4. Facial dengan kotoran burung
Ratusan tahun lalu, para geisha susah memiliki cara sendiri untuk membuat kulitnya tampang bersinar, yaitu dengan menggunakan kotoran burung bulbul. Kotoron burung disterilisasi terlebih dahulu baru digunakan.
Kotoran tersebut mengandung enzim yang sangat bagus bagi kecantikan kulit. Saat ini, perawatan wajah yang terkenal dengan nama facial geisha tersebut dapat dilakukan di Shizuka New York Spa dan Diamond Hawaii Resort & Spa di Maui, Amerika Serikat. Victoria Beckham juga sering melakukan facial geisha untuk merawat kulit wajahnya.
5. Perawatan rambut dengan sperma
Hari’s Salon, di Knightsbridge, London, menawarkan perawatan rambut menggunakan vitamin sperma yang diberinama “Aberdeen Organic Bull Sperm Treatment”. Vitamin rambut tersebut terbuat dari sperma banteng yang dikombinasikan dengan protein akar tumbuhan Katera untuk mengatasi rambut rusak.vivanews.com
..Mmm jangan di coba, kecuali terpaksa .. hehehe
posting by ; tidakmenarik.wordpress.com
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Desember 2009
Minggu, 27 Desember 2009
DALAM CAKRAM YANG KUAT TERDAPAT TUBUH YANG SEHAT
Pengetahuan tentang cakra sudah lama ada. Barangkali sama tuanya dengan upaya manusia menemukan kekuatan penyembuh dalam dirinya sendiri. Namun, pengetahuan tadi masih lebih banyak digunakan secara pasif, sebagai panduan untuk menyalurkan energi penyembuh, baik itu reiki, prana, dan sebagainya. Padahal kalau cakra-cakra itu "diaktifkan", daya penyembuhnya tak bisa dianggap enteng.
Bener, lo. Aktivasi cakra (bhs. India, chakra), yang artinya kira-kira "pusat penyalur energi" dalam tubuh, minimal dapat menjaga keseimbangan kerja berbagai sistem dalam tubuh. Dengan begitu, bukan cuma kesehatan fisik yang terjaga. Secara psikologis, mental pun terhindar dari berbagai gangguan.
Tujuan akhirnya memang menciptakan manusia yang bugar jiwa dan raga. Satu lagi yang tak kalah penting. Meski lebih banyak ditujukan untuk tindakan preventif, aktivasi cakra juga manjur untuk mengusir berbagai penyakit. Belakangan dikenal dengan nama chakra healing. Untuk itu, fungsi masing-masing cakra dan kemungkinan penyakit yang ditimbulkan, terutama dari tujuh cakra utama, mesti dipahami dulu.
Ada 72 ribu meridian
Sebagai salah satu cara penyembuhan alternatif, chakra healing memanfaatkan tenaga hidup (bioenergi) yang terdapat dalam makhluk hidup. Bioenergi ini merupakan tenaga vital yang mempunyai sifat dasar mirip dengan energi lain, macam panas atau energi listrik.
Jika darah mengalir lewat pembuluh, bioenergi tadi mengalir lewat suatu "lorong" yang dinamai meridian. Meridian ini berpangkal pada titik-titik tertentu pada tubuh, membentuk pusat-pusat energi. Pusat energi inilah yang disebut cakra.
Tubuh kita kira-kira mempunyai 72.000-an meridian. Itu sebabnya, jumlah pusat energi atau cakra juga sangat banyak. Termasuk cakra utama yang bertugas mengendalikan fungsi-fungsi penting tubuh manusia. Ada yang menyatakan, tubuh kita memiliki 8, 12, 15, bahkan 17 cakra utama.
Di Indonesia mazhab tujuh cakra utama lebih banyak pengikutnya. Ketujuh pusat energi itu masing-masing cakra dasar yang letaknya di dasar tulang punggung. Fungsinya sebagai "akar" penunjang kehidupan, dan dilambangkan dengan warna merah berkilauan. Konon, energi dari Bumi masuk lewat cakra ini. Dia juga yang mengendalikan dan memberi energi pada susunan tulang, sistem otot, dan reproduksi darah. Jadi, jika ada gangguan menyangkut kerja otot atau tulang, cakra inilah sumber masalahnya.
Cakra kedua berhubungan dengan aspek seksual. Posisinya ada di sekitar organ seksual, sering diidentifikasi dengan warna oranye. Tugasnya mengendalikan dan memberi energi pada organ-organ di rongga panggul, termasuk organ reproduksi, saluran kemih dan sekitarnya. Penyakit yang sering bersumber dari pusat energi ini: kemandulan, impotensi, infeksi saluran kemih, serta pembesaran prostat.
Cakra utama ketiga dinamai solar plexus. Letaknya di bagian kosong pertemuan antara tulang rusuk dan ulu hati, dilambangkan dengan warna kuning. Titik ini berfungsi sebagai pusat emosi, seperti berani, ulet, aktif, marah, benci, hingga sakit hati. Selain itu, ia mengendalikan energi pada hati, pankreas, lambung, usus besar, dan usus kecil. Juga berhubungan dengan sistem pencernaan, pengolahan, dan pembuangan sisa makanan.
Sedangkan cakra jantung, berpangkal di bagian tengah dada depan dan belakang, lazimnya divisualisasikan dalam warna hijau zamrud cemerlang. Dikenal juga sebagai pusat emosi halus, seperti belas kasih, kedamaian, kegembiraan, keramahan, kepekaan, sumber cinta kasih dan nurani. Juga melambangkan kepedulian terhadap orang lain dan mengendalikan energi pada jantung, kelenjar timus, serta paru-paru.
Berikutnya, cakra tenggorok, diasosiasikan dengan warna biru. Konon, inilah pusat energi yang mengekspresikan pemikiran, perasaan, dan keinginan. Kalau cakra ini kuat, pemiliknya bakal berani mengatakan ya atau tidak. Dalam kerja samanya dengan organ-organ tubuh lain, cakra tenggorok bertanggung jawab atas pemberian energi pada tenggorok, saluran udara, serta kelenjar tiroid.
Setelah itu, sampai ke cakra keenam alias cakra master alias cakra ajna atau mata ketiga. Pusat energi satu ini punya kedudukan cukup istimewa karena melambangkan kebijaksanaan. Warnanya biru keunguan atau nila, dengan tugas utama mengendalikan dan memberi energi pada kelenjar-kelenjar, sistem endokrin, dan cakra utama lainnya. Disebut mata ketiga karena cakra ini juga mengontrol dan mengendalikan kemampuan melihat sesuatu yang bersifat nonfisik. Jika terganggu, tubuh bakal mudah kehilangan keseimbangan, malfungsi kelenjar endokrin, serta problem mata, telinga, dan hidung.
Terakhir, cakra mahkota. Posisinya paling tinggi di antara pusat energi yang ada, karena nongkrong di bagian atas kepala atau ubun-ubun. Karena itulah, dia diberi tanggung jawab mengendalikan dan memberi energi pada kelenjar pineal, sistem saraf, otak serta keseimbangan kiri-kanan. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gangguan saraf berasal dari "menumpuknya kotoran" pada cakra ini.
Back to nature
Mengapa keseimbangan cakra-cakra utama tadi demikian penting? Melihat pentingnya fungsi dan tanggung jawabnya pada sistem-sistem dan jaringan dalam tubuh, "Pertanyaan tadi akan terjawab secara otomatis (bahwa keseimbangan itu perlu)," ujar Janti Atmodjo, konselor pengobatan holistik yang berpraktik di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Setidaknya, demi keseimbangan tiga sistem utama dalam tubuh yaitu sistem saraf otonom (pernapasan, denyut jantung), imunitas (perlawanan terhadap penyakit), serta hormonal (salah satu manfaatnya membuat manusia awet muda).
Mirip sebuah sirkuit listrik, energi datang dari berbagai penjuru. Tenaga ini kemudian disalurkan dari badan halus ke fisik manusia. Makin lancar aliran meridian ini, makin bagus jalannya pengobatan. Sedangkan makin bersih cakra, makin lancar pula aliran energi yang datang.
Lantas, bagaimana caranya mengaktifkan cakra? Selain lewat meditasi (baca boks "Meditasi Tanpa Beban"), olahraga juga dapat mengaktifkan cakra. Soalnya, "Sport itu 'kan menyerap energi," tegas Janti lagi. Jika kebiasaan berolahraga dilakukan dengan teratur, kebersihan cakra bisa tetap terjaga karena aliran energi berjalan dengan lancar. Masalahnya, kebanyakan olahraga lebih memanjakan pengolahan cakra bawah, terutama pusat energi dasar (otot dan tulang). Pada seorang atlet, misalnya, cakra dasarnya lebih besar dari cakra mahkota ataupun cakra ajna.
Makanya, di mata Indra Gunawan, Ketua Yayasan Prana Indonesia, olahraga yang dimaksud di sini bukan olahraga berat seperti tinju, atau yang memanjakan organ tertentu semisal angkat besi. "Tapi yang menggerakkan seluruh tubuh. Contohnya, joging sembari perlahan-lahan menarik dan mengembuskan napas. Atau berenang," tutur Indra. Olahraga ringan dan olahnapas, jika dikombinasikan, sangat besar manfaatnya untuk menciptakan kondisi homeostatis (keseimbangan).
Selain itu, baik Janti maupun Indra mengungkapkan pentingnya mempraktikkan gaya hidup sehat. Salah satunya, jangan mudah stres. "Lama-lama solar plexus bisa keberatan beban, hingga mengganggu aliran energi, baik yang menuju dan menjauhi cakra tadi, maupun yang menuju cakra lainnya. Meski tempatnya berbeda-beda, ketujuh cakra utama tadi tetap satu kesatuan yang saling mempengaruhi."
Gaya hidup yang juga ikut mempengaruhi sehat atau tidaknya cakra adalah kebiasaan makan dan waktu beristirahat. "Kalau dari dalam sudah ada panggilan untuk makan, ya makan. Eggak usah ditunggu sampai perut sakit. Atau kalau sudah kenyang, enggak perlu nambah hingga melebihi batas," ucap Indra Gunawan. Begitu pun jika tubuh sudah terasa penat dan lelah, jangan menunda atau mendiskon jadwal istirahat. Karena tubuh bukan mesin yang bisa diajak bekerja tanpa batas.
Menurut Janti, rumusan gaya hidup sehat bisa disederhanakan dalam satu kalimat. Yakni "back to nature". Katanya, "Selama ini kita lebih banyak memperhatikan suara-suara dari luar." Contohnya, kalau di kantor sedang banyak pekerjaan, makan sering ditempatkan sebagai aktivitas nomor sekian. Atau diet ketat yang dilakukan agar tubuh tampil lebih seksi dan berisi. Padahal, "Memperhatikan suara dari dalam itu penting. Agar penyakit psikis dan psikologis sulit menembus badan."
"Kalau keseimbangan itu berlangsung secara berkesimbambungan, 'kan bisa menghemat biaya maintenance tubuh, seperti pembelian vitamin dan obat-obatan 'doping' lainnya," simpul Indra Gunawan.
Tapi, apakah cuma daya preventif yang bisa diperoleh dari upaya menyeimbangkan cakra? Sesuai namanya, chakra healing dapat menyembuhkan secara langsung berbagai penyakit, meski terbatas pada penyakit ringan. "Kalau cuma pusing, pilek atau stres, masih bisa ditanggulangi, terutama lewat meditasi," ujar Indra dan Janti senada.
Tapi untuk penyakit berat seperti kanker, mag kronis, gangguan jantung, dan lainnya, lazimnya dikombinasikan dengan metode pengobatan lain. Paling sering, chakra healing digabung dengan prana atau reiki sebagai penyembur energi. Bisa langsung ke cakra yang bermasalah (prana) maupun disemburkan ke sepanjang jalur meridian tempat bercokolnya cakra-cakra tadi (reiki).
Janti pun bercerita tentang seorang pasiennya, yang oleh dokter divonis tak mungkin lagi diobati, lantaran penyebaran kankernya sudah demikian parah. Namun, sambil meminum obat-obatan dan menjalani kemoterapi, pasien bersangkutan juga mengimbanginya dengan chakra healing. Baik dilakukan terpisah, maupun dikombinasikan dengan prana dan reiki. Hasilnya, makin lama si pasien merasakan penderitaannya kian berkurang.
Muhammad Sulhi
Bener, lo. Aktivasi cakra (bhs. India, chakra), yang artinya kira-kira "pusat penyalur energi" dalam tubuh, minimal dapat menjaga keseimbangan kerja berbagai sistem dalam tubuh. Dengan begitu, bukan cuma kesehatan fisik yang terjaga. Secara psikologis, mental pun terhindar dari berbagai gangguan.
Tujuan akhirnya memang menciptakan manusia yang bugar jiwa dan raga. Satu lagi yang tak kalah penting. Meski lebih banyak ditujukan untuk tindakan preventif, aktivasi cakra juga manjur untuk mengusir berbagai penyakit. Belakangan dikenal dengan nama chakra healing. Untuk itu, fungsi masing-masing cakra dan kemungkinan penyakit yang ditimbulkan, terutama dari tujuh cakra utama, mesti dipahami dulu.
Ada 72 ribu meridian
Sebagai salah satu cara penyembuhan alternatif, chakra healing memanfaatkan tenaga hidup (bioenergi) yang terdapat dalam makhluk hidup. Bioenergi ini merupakan tenaga vital yang mempunyai sifat dasar mirip dengan energi lain, macam panas atau energi listrik.
Jika darah mengalir lewat pembuluh, bioenergi tadi mengalir lewat suatu "lorong" yang dinamai meridian. Meridian ini berpangkal pada titik-titik tertentu pada tubuh, membentuk pusat-pusat energi. Pusat energi inilah yang disebut cakra.
Tubuh kita kira-kira mempunyai 72.000-an meridian. Itu sebabnya, jumlah pusat energi atau cakra juga sangat banyak. Termasuk cakra utama yang bertugas mengendalikan fungsi-fungsi penting tubuh manusia. Ada yang menyatakan, tubuh kita memiliki 8, 12, 15, bahkan 17 cakra utama.
Di Indonesia mazhab tujuh cakra utama lebih banyak pengikutnya. Ketujuh pusat energi itu masing-masing cakra dasar yang letaknya di dasar tulang punggung. Fungsinya sebagai "akar" penunjang kehidupan, dan dilambangkan dengan warna merah berkilauan. Konon, energi dari Bumi masuk lewat cakra ini. Dia juga yang mengendalikan dan memberi energi pada susunan tulang, sistem otot, dan reproduksi darah. Jadi, jika ada gangguan menyangkut kerja otot atau tulang, cakra inilah sumber masalahnya.
Cakra kedua berhubungan dengan aspek seksual. Posisinya ada di sekitar organ seksual, sering diidentifikasi dengan warna oranye. Tugasnya mengendalikan dan memberi energi pada organ-organ di rongga panggul, termasuk organ reproduksi, saluran kemih dan sekitarnya. Penyakit yang sering bersumber dari pusat energi ini: kemandulan, impotensi, infeksi saluran kemih, serta pembesaran prostat.
Cakra utama ketiga dinamai solar plexus. Letaknya di bagian kosong pertemuan antara tulang rusuk dan ulu hati, dilambangkan dengan warna kuning. Titik ini berfungsi sebagai pusat emosi, seperti berani, ulet, aktif, marah, benci, hingga sakit hati. Selain itu, ia mengendalikan energi pada hati, pankreas, lambung, usus besar, dan usus kecil. Juga berhubungan dengan sistem pencernaan, pengolahan, dan pembuangan sisa makanan.
Sedangkan cakra jantung, berpangkal di bagian tengah dada depan dan belakang, lazimnya divisualisasikan dalam warna hijau zamrud cemerlang. Dikenal juga sebagai pusat emosi halus, seperti belas kasih, kedamaian, kegembiraan, keramahan, kepekaan, sumber cinta kasih dan nurani. Juga melambangkan kepedulian terhadap orang lain dan mengendalikan energi pada jantung, kelenjar timus, serta paru-paru.
Berikutnya, cakra tenggorok, diasosiasikan dengan warna biru. Konon, inilah pusat energi yang mengekspresikan pemikiran, perasaan, dan keinginan. Kalau cakra ini kuat, pemiliknya bakal berani mengatakan ya atau tidak. Dalam kerja samanya dengan organ-organ tubuh lain, cakra tenggorok bertanggung jawab atas pemberian energi pada tenggorok, saluran udara, serta kelenjar tiroid.
Setelah itu, sampai ke cakra keenam alias cakra master alias cakra ajna atau mata ketiga. Pusat energi satu ini punya kedudukan cukup istimewa karena melambangkan kebijaksanaan. Warnanya biru keunguan atau nila, dengan tugas utama mengendalikan dan memberi energi pada kelenjar-kelenjar, sistem endokrin, dan cakra utama lainnya. Disebut mata ketiga karena cakra ini juga mengontrol dan mengendalikan kemampuan melihat sesuatu yang bersifat nonfisik. Jika terganggu, tubuh bakal mudah kehilangan keseimbangan, malfungsi kelenjar endokrin, serta problem mata, telinga, dan hidung.
Terakhir, cakra mahkota. Posisinya paling tinggi di antara pusat energi yang ada, karena nongkrong di bagian atas kepala atau ubun-ubun. Karena itulah, dia diberi tanggung jawab mengendalikan dan memberi energi pada kelenjar pineal, sistem saraf, otak serta keseimbangan kiri-kanan. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gangguan saraf berasal dari "menumpuknya kotoran" pada cakra ini.
Back to nature
Mengapa keseimbangan cakra-cakra utama tadi demikian penting? Melihat pentingnya fungsi dan tanggung jawabnya pada sistem-sistem dan jaringan dalam tubuh, "Pertanyaan tadi akan terjawab secara otomatis (bahwa keseimbangan itu perlu)," ujar Janti Atmodjo, konselor pengobatan holistik yang berpraktik di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Setidaknya, demi keseimbangan tiga sistem utama dalam tubuh yaitu sistem saraf otonom (pernapasan, denyut jantung), imunitas (perlawanan terhadap penyakit), serta hormonal (salah satu manfaatnya membuat manusia awet muda).
Mirip sebuah sirkuit listrik, energi datang dari berbagai penjuru. Tenaga ini kemudian disalurkan dari badan halus ke fisik manusia. Makin lancar aliran meridian ini, makin bagus jalannya pengobatan. Sedangkan makin bersih cakra, makin lancar pula aliran energi yang datang.
Lantas, bagaimana caranya mengaktifkan cakra? Selain lewat meditasi (baca boks "Meditasi Tanpa Beban"), olahraga juga dapat mengaktifkan cakra. Soalnya, "Sport itu 'kan menyerap energi," tegas Janti lagi. Jika kebiasaan berolahraga dilakukan dengan teratur, kebersihan cakra bisa tetap terjaga karena aliran energi berjalan dengan lancar. Masalahnya, kebanyakan olahraga lebih memanjakan pengolahan cakra bawah, terutama pusat energi dasar (otot dan tulang). Pada seorang atlet, misalnya, cakra dasarnya lebih besar dari cakra mahkota ataupun cakra ajna.
Makanya, di mata Indra Gunawan, Ketua Yayasan Prana Indonesia, olahraga yang dimaksud di sini bukan olahraga berat seperti tinju, atau yang memanjakan organ tertentu semisal angkat besi. "Tapi yang menggerakkan seluruh tubuh. Contohnya, joging sembari perlahan-lahan menarik dan mengembuskan napas. Atau berenang," tutur Indra. Olahraga ringan dan olahnapas, jika dikombinasikan, sangat besar manfaatnya untuk menciptakan kondisi homeostatis (keseimbangan).
Selain itu, baik Janti maupun Indra mengungkapkan pentingnya mempraktikkan gaya hidup sehat. Salah satunya, jangan mudah stres. "Lama-lama solar plexus bisa keberatan beban, hingga mengganggu aliran energi, baik yang menuju dan menjauhi cakra tadi, maupun yang menuju cakra lainnya. Meski tempatnya berbeda-beda, ketujuh cakra utama tadi tetap satu kesatuan yang saling mempengaruhi."
Gaya hidup yang juga ikut mempengaruhi sehat atau tidaknya cakra adalah kebiasaan makan dan waktu beristirahat. "Kalau dari dalam sudah ada panggilan untuk makan, ya makan. Eggak usah ditunggu sampai perut sakit. Atau kalau sudah kenyang, enggak perlu nambah hingga melebihi batas," ucap Indra Gunawan. Begitu pun jika tubuh sudah terasa penat dan lelah, jangan menunda atau mendiskon jadwal istirahat. Karena tubuh bukan mesin yang bisa diajak bekerja tanpa batas.
Menurut Janti, rumusan gaya hidup sehat bisa disederhanakan dalam satu kalimat. Yakni "back to nature". Katanya, "Selama ini kita lebih banyak memperhatikan suara-suara dari luar." Contohnya, kalau di kantor sedang banyak pekerjaan, makan sering ditempatkan sebagai aktivitas nomor sekian. Atau diet ketat yang dilakukan agar tubuh tampil lebih seksi dan berisi. Padahal, "Memperhatikan suara dari dalam itu penting. Agar penyakit psikis dan psikologis sulit menembus badan."
"Kalau keseimbangan itu berlangsung secara berkesimbambungan, 'kan bisa menghemat biaya maintenance tubuh, seperti pembelian vitamin dan obat-obatan 'doping' lainnya," simpul Indra Gunawan.
Tapi, apakah cuma daya preventif yang bisa diperoleh dari upaya menyeimbangkan cakra? Sesuai namanya, chakra healing dapat menyembuhkan secara langsung berbagai penyakit, meski terbatas pada penyakit ringan. "Kalau cuma pusing, pilek atau stres, masih bisa ditanggulangi, terutama lewat meditasi," ujar Indra dan Janti senada.
Tapi untuk penyakit berat seperti kanker, mag kronis, gangguan jantung, dan lainnya, lazimnya dikombinasikan dengan metode pengobatan lain. Paling sering, chakra healing digabung dengan prana atau reiki sebagai penyembur energi. Bisa langsung ke cakra yang bermasalah (prana) maupun disemburkan ke sepanjang jalur meridian tempat bercokolnya cakra-cakra tadi (reiki).
Janti pun bercerita tentang seorang pasiennya, yang oleh dokter divonis tak mungkin lagi diobati, lantaran penyebaran kankernya sudah demikian parah. Namun, sambil meminum obat-obatan dan menjalani kemoterapi, pasien bersangkutan juga mengimbanginya dengan chakra healing. Baik dilakukan terpisah, maupun dikombinasikan dengan prana dan reiki. Hasilnya, makin lama si pasien merasakan penderitaannya kian berkurang.
Muhammad Sulhi
Minggu, 20 Desember 2009
BADUT WARGA FAVORIT DUNIA
Andai komedian terkenal Charlie Chaplin masih hidup dan ikut mengamati perkembangan politik di Indonesia, ia pasti tersenyum bangga. Ucapannya berpuluh-puluh tahun silam, "Cuma badut yang bisa membuat manusia terbang ke awan, bukannya para politikus tukang berantem," mulai terbukti kebenarannya.
Tapi, omong-omong, pernah dengar nggak, profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu.
Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan alias ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.
Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut (he..he..he). Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.
Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.
Di Abad Pertengahan (sekitar tahun 500 M hingga 1.500 M) contohnya, tersebutlah karakter badut yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell' arte. Kostum yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum se-ngejreng sekarang.
Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.
Pada abad ke-18 M ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.
Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.
Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.
Kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan. Tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. Semisal hidung bulat bak tomat, atau topeng meniru karakter komik tertentu. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.
Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893 - 1964) : "All the world loves a clown." Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.
Icul/dari berbagai sumber
Tapi, omong-omong, pernah dengar nggak, profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu.
Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan alias ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.
Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut (he..he..he). Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.
Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.
Di Abad Pertengahan (sekitar tahun 500 M hingga 1.500 M) contohnya, tersebutlah karakter badut yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell' arte. Kostum yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum se-ngejreng sekarang.
Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.
Pada abad ke-18 M ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.
Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.
Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.
Kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan. Tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. Semisal hidung bulat bak tomat, atau topeng meniru karakter komik tertentu. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.
Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893 - 1964) : "All the world loves a clown." Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.
Icul/dari berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)


