Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2009

GINKGO BILOBA FOSIL HIDUP TAHAN API

Di dunia pengobatan, nama tanaman Ginkgo biloba sudah tidak asing lagi. Ekstrak daunnya banyak digunakan dalam sediaan suplemen untuk kebugaran otak. Hampir setiap orang pernah mendengar namanya. Tapi bagaimana sosok tanamannya, mungkin banyak yang belum tahu.


Wajar jika banyak yang tidak mengetahui sosoknya. Soalnya, Ginkgo biloba memang bukan tanaman yang biasa dijumpai di Indonesia.



Tanaman ini diyakini berasal dari Cina. Di Negeri Yin-Yang ini, sejak 5.000 tahun yang lalu, Ginkgo biloba sudah direkomendasikan sebagai obat batuk, asma, alergi, juga untuk mengatasi gangguan jantung dan paru-paru. Hebatnya, meskipun ilmu kedokteran modern telah menemukan ribuan obat baru, pamor ginkgo tidak lantas surut.

Sekarang ekstrak daun tanaman ini lebih banyak digunakan untuk satu khasiat, yaitu menjaga kebugaran otak. Di negara kita saat ini beragam merek dagang suplemen bersaing di pasar dengan menjual nama ginkgo. Seolah-olah nama ini identik dengan jaminan mutu.

Kata ginkgo merupakan ejaan cara Jepang dari bahasa Cina ginkyo atau yin kuo, yang arti harfiahnya buah aprikot perak. Disebut demikian karena buah tanaman ini putih mengkilap seperti perak, mirip dengan buah aprikot kecil ketika masak.

Nama ginkgo kali pertama diperkenalkan oleh Engelbert Kaempfer, seorang botanis asal Jerman pada tahun 1712. Kaempfer menemukan tanaman ini di Jepang pada 1690 saat dia bertugas sebagai dokter di wilayah kolonial Belanda di Hindia Timur.

Kaempfer kemudian membawa tanaman ini ke Belanda pada 1727. Ia menanamnya di Kebun Raya Utrecht, Belanda. Tahun 1754 tumbuhan unik ini juga diperkenalkan ke Inggris. Sejak itulah Eropa mengenal tanaman yang berasal dari daratan Timur Jauh ini.

Ginkgo diyakini merupakan tumbuhan tertua di dunia yang masih bertahan hidup hingga kini. Bahkan Charles Darwin menyebutnya sebagai "fosil hidup" di muka Bumi.

Penulis: : Syamsul Hidayat & Wihermanto, peneliti di Kebun Raya Bogor

Sumber : intisari-online.com

Senin, 07 Desember 2009

Ramuan Herbal Untuk Anak Anda

Anak balita kerap mengalami sakit karena tubuhnya memang masih rentan terhadap serangan penyakit. Untuk menyembuhkannya yang paling baik adalah melalui cara-cara yang "alami". Berikut adalah beberapa ramuan herbal untuk balita :

1. Air Kelapa Muda dan Kopi.
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, terserah anda. Dicampur dengan sedikit kopi, (seujung sendok saja).

2. Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sendok makan air perasan jeruk nipis, 3 sendok makan madu murni, 5 sendok makan air matang. lalu di tim selama 30 menit. Takaran minum bayi :
1. anak usia 6 bulan - 1 tahun : 2 kali 1/2 sendok teh
2. anak usia 1 - 3 tahun          : 2 kali  1 sendok teh
3. anak usia 4 - 5 tahun          : 2 kali 1 1/2 sendok teh.

3. Ramuan untuk penurun Panas
Parut bawang merah tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit di urut. Juga pusar dan ubun - ubun. Untuk ramuan minum : air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu , lalu di aduk kemudian di kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Jika usia anak 8 bulan ke bawah, cukup diberikan ASI., atau ibunya meminum ramuan tersebut.

Menu Untuk Balita Yang Sedang Sakit (Part 01 Panas Tinggi)

                Penyakit balita secara umum biasanya adalah gejala panas, diare, batuk, dan muntah. Tindakan yang tepat adalah selalu berkonsultasi dengan obat tepat, sehingga cepat sembuh. Untuk mempercepat kesembuhan balita, bisa diimbangi dengan pengaturan makanannya.
                UNTUK BALITA DENGAN GEJALA PANAS TINGGI
Penderita dengan panas tinggi kebutuhan gizinya meningkat. Hal ini disebabkan metabolisme tubuh meningkat, penyerapan zat-zat gizi menurun dan adanya faktor lain yang berhubungan dengan penyakitnya. Nafsu makan pun biasanya menurun.
Makanan balita dengan gejala panas tinggi hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Konsistennya lunak, Makanan pokok seperti nasi tim, kentang pure, bubur dan lain - lain.
2. Kebutuhan kalori  meningkat, sebaiknya di berikan dalam porsi kecil, tapi sering..
3. Sumber protein seperti susu, daging, hati, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan diberi kan lebih dari porsi normalnya.
4. Kebutuhan air diberikan lebih banyak, karena suhu lebih tinggi dari normal, sehingga banyak terjadi penguapan melalui keringat.
Sari buah sangat baik karena mengandung air, vitamin dan mineral.
Berikan minuman lebih banyak dari biasanya.
5. Makanan dan minuman tidak boleh disajikan terlalu panas atau terlalu dingin.  

feed jit

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.